Entri Populer

Minggu, 31 Oktober 2010

Empat Jenis Manusia

Empat Jenis Manusia diukur dari kualitas pembicaraannya

1. Berkualitas Tinggi
    - Orang yang berkualitas tinggi, adalah orang yang pembicaraannya syarat hikmah, ide, solusi
      dan sebagainya.
    - Apa yang keluar dari lisannya selalu bermanfaat untuk dirinya dan orang lain
2. Orang yang biasa-biasa saja
    - misalnya sibuk menceritakan peristiwa secara berlebih-lebihan
    - tidak ada hikmah dari yang dibicarakan
3. Orang rendahan
    - isi pembicaraan hanya mengeluh, mencela dan lain sebagainya
    - tidak bisa membedakan nikmat dan musibah
4. Orang yang dangkal
    - selalu menyebut kehebatan/kelebihan diri
    - mengekspos diri, jasa, kebaikan dan prestasi

"Boleh produktif bicara, asal proporsional"
(from Aa' Gym)


Ingat pepatah jawa:
"Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana"

Jika (catatan agenda 30 April 2004)

JIKA
"Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
sedangkan ketegaran akan indah dikenang hati"

"Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa tidak dinikmati saja,
sedangkan ratap tangis tak 'kan mengubah apa-apa"

"Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti dibiarkan mencuri jiwa,
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama"

"Jikalah benci dan marah menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa,
sedangkan menahan diri adalah lebih berpahala"

"Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
sedangkan taubat itu adalah lebih utama"

"Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti membusung dada,
sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia"

"Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siakan belaka,
sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta"

Subhanallah....

Entah dulu dapat dari mana kata-kata mutiara ini
Bagi beliau yang membuatnya, terima kasih banyak atas inspirasinya
Semoga aku bisa mengambil hikmah dari kata-kata di atas
Mohon maaf, saya mempublikasikannya tanpa ijin, karena tidak tahu harus ijin ke siapa

Bjn, 01 Nopember 2010
07.45 WIB

Rabu, 27 Oktober 2010

Pernikahan...

Bismillahirrahmanirrahim....

Dalam QS. Arrum ayat 21 secara tersurat dikemukakan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menghadirkan sebuah ketentraman diantara seorang laki-laki dan perempuan, menuju keadaan yang sakinah penuh mawaddah dan rahmah.
Menurut saya pribadi, berdasarkan pengalaman membaca literatur dan "membaca" lewat alam, lingkungan dan sebagainya, bahwa menikah itu seharusnyalah menambah semangat perbaikan diri dalam ketaatan kepada Sang Khaliq.
Memang, belum lama saya mengarungi bahtera pernikahan. Namun, sampai detik ini seringkali saya sedih, melihat saudara, teman, kerabat yang "belum" mendapat pencerahan dalam hidupnya pasca menikah.
Ibadah wajib yang semula kurang teratur dan rutin, ternyata tetap saja seperti itu...
Lisan ini belum mampu untuk menegurnya... Demi menjaga perasaan dan hubungan persaudaraan..
Hanya dengan hati saya bisa mendo'akannya...
Ya Robb, ampunilah hamba..
Bimbing hamba menjadi lebih baik, menjadi istri seperti tuntunanMU dan seperti teladan sahabat2 RasulMU.
Amin...