Entri Populer

Selasa, 02 November 2010

Lima Bentuk Syukur Ni'mat

Masih ada sebagian dari kita yang sekedar mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan sebuah karunia atau ni'mat dari Allah. Bahkan ada yang hanya teriak, HOREEE....!! Yes....!! dan sebagainya.
Semoga catatan ini bisa menambah wawasan kita, sehingga syukur kita bisa direalisasikan dalam banyak hal.
 Lima Bentuk Syukur Ni'mat;
1. Yakin bahwa semua ni'mat hanya milik Allah
    Ibaratnya; ilmu tukang parkir. Yang terlihat adalah, dia mempunyai banyak mobil. Namun dia sadar,
    bahwa mobil-mobil dan motor itu hanya TITIPAN. Maka, tidak pantas untuk sombong. Begitupun
    manusia, betapa banyak yang kita punya di dunia ini, kita harus sadar dan yakin bahwa itu hanya
   TITIPAN dari Allah, dan DIA sewaktu-waktu bisa saja memintanya kembali sebagaimana si empunya
   mobil meminta mobilnya dari tukang parkir itu.
2. Memuji Allah dalam segala situasi
    Memuji Allah, bisa dengan ungkapan TAHMID/Alhamdulillah, ataupun kalimat lain dengan bahasa
   apapun yang intinya mengungkapkan syukur kepadaNYA..
3. Berterima kasih kepada orang yang menjadi PERANTARA ni'mat tersebut
    Misalnya, kita mendapat hadiah sebuah rumah tinggal dari pimpinan perusahaan tempat kita bekerja, maka
    sudah selayaknya kita bersyukur, yakni dengan mengucapkan TERIMA KASIH kepada pimpinan kita.
    Misalnya lagi, ketika kita di jalan raya, mau menyebrang jalan yang ramai dan kita dibantu oleh seseorang,
    maka kita harus berterima kasih kepadanya, meskipun orang tersebut tidak mengharap apa-apa.
4. Setiap ni'mat itu menjadi jalan untuk lebih mendekat kepada Allah
    Apapun yang kita dapat, entah berupa barang, uang ataupun kemudahan-kemudahan, selayaknya
    kita pakai untuk hal-hal yang bermanfaat di jalan Allah. Misalnya, kita mendapat hadiah sepeda motor dari
    BANK SYARI'AH tempat kita menabung, maka sepeda motor tersebut bisa kita pakai untuk berangkat
    mengajar, mencari nafkah, berdakwah dan sebagainya.
5. Ceritakan ni'mat yang didapat, agar orang lain lebih mau mendekatkan diri juga kepada Allah
    (bukan untuk pamer/riya')
    Dengan kita menceritakan ni'mat yang kita dapat kepada orang lain, kita berharap orang tersebut bisa
    terpacu untuk berusaha seperti yang kita lakukan. Cara mengungkapkan syukur itupun harus memilih nada
   dan intonasi yang baik, supaya tidak ada kesan pamer karena pamer/riya' bisa menggerogoti pahala amal.

Sejauh ini yang bisa saya bagi, semoga menjadi pemacu bagi diri saya pribadi (supaya tidak tergolong "KABURO MAQTAN 'INDALLAHI AN-TAQUULU MAA LAA TA'MALUN"

"Syukur merupakan gambaran dari pribadi yang selalu mengharap keadaan yang lebih baik"

1 komentar: