Semestinya tak terlalu awal
Remang itu mengubur temaram
sedang arakan mega belum selesai
mengecup merah senja
dan keletihan ombak seharian
masih tak jemu mengadu biru lautan
pada bening paintai
Di atas lelah sajadah
ku mendesah dalam nafas tasbih
sebentar lagi kabut menelan adzan
Terkurung senyap, sunyi malammu
ku hampar sajadah
dengan selembar cahaya
ketika derai isak kian merasuk
ke hening ruku' dan sujud tahajjudku
tapi selalu saja
sepi jiwaku menyimpan gerhana
Betapa aku belum bisa mengecap syahdu dan manisnya malam
Yang dihabiskan dengan bercengkrama denganMu, bercakap denganMu
sebagaimana para kekasihMu merasakannya...
Ya Robb, berilah hamba kemudahan untuk membuka mata
di setiap sepertiga malamMu...
Untuk bermunajat kepadaMu...
-hamba-
Entri Populer
-
Masih ada sebagian dari kita yang sekedar mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan sebuah karunia atau ni'mat dari Allah. Bahkan ada...
-
JIKA "Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, sedangkan ketegaran akan in...
-
Sebenarnya nggak ingin terus-menerus menyesali semuanya Sejak menjadi warga di kota baru, banyak momen keluarga PO yang terlewatkan tiga k...
-
Bismillahirrahmanirrahim.... Dalam QS. Arrum ayat 21 secara tersurat dikemukakan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menghadirkan sebuah ...
-
Tiga tahun lebih sekian bulan aku menanti hadirnya buah hati pasang surut gejolak hati selalu aku rasakan terkadang, aku berusaha tegar d...
-
Empat Jenis Manusia diukur dari kualitas pembicaraannya 1. Berkualitas Tinggi - Orang yang berkualitas tinggi, adalah orang yang pemb...
-
Semestinya tak terlalu awal Remang itu mengubur temaram sedang arakan mega belum selesai mengecup merah senja dan keletihan ombak sehari...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar