Semestinya tak terlalu awal
Remang itu mengubur temaram
sedang arakan mega belum selesai
mengecup merah senja
dan keletihan ombak seharian
masih tak jemu mengadu biru lautan
pada bening paintai
Di atas lelah sajadah
ku mendesah dalam nafas tasbih
sebentar lagi kabut menelan adzan
Terkurung senyap, sunyi malammu
ku hampar sajadah
dengan selembar cahaya
ketika derai isak kian merasuk
ke hening ruku' dan sujud tahajjudku
tapi selalu saja
sepi jiwaku menyimpan gerhana
Betapa aku belum bisa mengecap syahdu dan manisnya malam
Yang dihabiskan dengan bercengkrama denganMu, bercakap denganMu
sebagaimana para kekasihMu merasakannya...
Ya Robb, berilah hamba kemudahan untuk membuka mata
di setiap sepertiga malamMu...
Untuk bermunajat kepadaMu...
-hamba-
Entri Populer
-
Masih ada sebagian dari kita yang sekedar mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan sebuah karunia atau ni'mat dari Allah. Bahkan ada...
-
JIKA "Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, sedangkan ketegaran akan in...
-
Sebenarnya nggak ingin terus-menerus menyesali semuanya Sejak menjadi warga di kota baru, banyak momen keluarga PO yang terlewatkan tiga k...
-
Bismillahirrahmanirrahim.... Dalam QS. Arrum ayat 21 secara tersurat dikemukakan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menghadirkan sebuah ...
-
Tiga tahun lebih sekian bulan aku menanti hadirnya buah hati pasang surut gejolak hati selalu aku rasakan terkadang, aku berusaha tegar d...
-
Empat Jenis Manusia diukur dari kualitas pembicaraannya 1. Berkualitas Tinggi - Orang yang berkualitas tinggi, adalah orang yang pemb...
-
Semestinya tak terlalu awal Remang itu mengubur temaram sedang arakan mega belum selesai mengecup merah senja dan keletihan ombak sehari...
Rabu, 24 November 2010
Jumat, 19 November 2010
Ketika Emosi Merajai Hati
manusia diberi kelebihan berupa Akal, dibanding makhluk lainnya
tapi tak jarang, sebagian dari kita kehilangan akal
bukan karena mabuk minuman keras
bukan karena narkoba
tapi karena emosi dan nafsu yang menjadi raja dalam hati kita
lisan yang seharusnya terjaga dari berkata kotor
masih saja melahirkan cacian, bentakan, hinaan kepada sesama
aku sedih,
ketika menyelami betapa meruginya dirimu wahai tetanggaku
yang tiap hari lisanmu mengeluarkan kata kotor
kata kesombongan, riya', dan pamrih
yang bisa menggerogoti pahala amalmu
setelah berbuat kebaikan, sebenarnya tak perlu kau ungkit2
tak perlu kau ceritakan kepada orang-orang
bahwa dirimu yang paling berjasa kepada si A, si B
paling perhatian kepada mbah A, mbah B
cukuplah Malaikat-Nya yang mencatat
jangan khawatir, Allah tidak tidur...
Semoga, emosi dan lisan yang "ember" itu tidak lagi menjadi raja-mu
kalahkanlah... supaya amalmu tetap menjadi bekalmu
untuk bertemu dengan tuhan-mu...
tapi tak jarang, sebagian dari kita kehilangan akal
bukan karena mabuk minuman keras
bukan karena narkoba
tapi karena emosi dan nafsu yang menjadi raja dalam hati kita
lisan yang seharusnya terjaga dari berkata kotor
masih saja melahirkan cacian, bentakan, hinaan kepada sesama
aku sedih,
ketika menyelami betapa meruginya dirimu wahai tetanggaku
yang tiap hari lisanmu mengeluarkan kata kotor
kata kesombongan, riya', dan pamrih
yang bisa menggerogoti pahala amalmu
setelah berbuat kebaikan, sebenarnya tak perlu kau ungkit2
tak perlu kau ceritakan kepada orang-orang
bahwa dirimu yang paling berjasa kepada si A, si B
paling perhatian kepada mbah A, mbah B
cukuplah Malaikat-Nya yang mencatat
jangan khawatir, Allah tidak tidur...
Semoga, emosi dan lisan yang "ember" itu tidak lagi menjadi raja-mu
kalahkanlah... supaya amalmu tetap menjadi bekalmu
untuk bertemu dengan tuhan-mu...
Jumat, 05 November 2010
Penantian...
Tiga tahun lebih sekian bulan aku menanti hadirnya buah hati
pasang surut gejolak hati selalu aku rasakan
terkadang, aku berusaha tegar dan yakin,,, bahwa ia akan datang pada saat yang tepat
namun tak jarang, muncul rasa sedih, khawatir, akankah Allah menitipkannya kepadaku?
seringkali aku merasa kesepian, hampa tanpa suara anak kecil
sepulang kerja, capeeekk... sepi.... suami ngajar... (selalu tlisipan jam)
untung saja di rumah ada ponakan kecil AZKA, yang masih 5 bulan
dialah yang menjadi pengobat capekku...
kapan.... ya...
ah, aku tidak boleh su'udhon kepada Allah
kata suami, husnudhon saja, bahwa Allah akan memberi
masih banyak ni'mat lain yang patut disyukuri..
mungkin do'aku kurang khusyu', usahaku kurang maksimal...
lagipula, itu ada 30 anak di mushola, TPQ
yang perlu perhatianku...
semoga aku tetap bisa bersyukur...
sembari tetap berharap, jundi itu akan hadir dalam hari-hari kami...
menjadi cucu kedua ibu bapakku, dan cucu ke 4 bapak ibu mertua
amin...
pasang surut gejolak hati selalu aku rasakan
terkadang, aku berusaha tegar dan yakin,,, bahwa ia akan datang pada saat yang tepat
namun tak jarang, muncul rasa sedih, khawatir, akankah Allah menitipkannya kepadaku?
seringkali aku merasa kesepian, hampa tanpa suara anak kecil
sepulang kerja, capeeekk... sepi.... suami ngajar... (selalu tlisipan jam)
untung saja di rumah ada ponakan kecil AZKA, yang masih 5 bulan
dialah yang menjadi pengobat capekku...
kapan.... ya...
ah, aku tidak boleh su'udhon kepada Allah
kata suami, husnudhon saja, bahwa Allah akan memberi
masih banyak ni'mat lain yang patut disyukuri..
mungkin do'aku kurang khusyu', usahaku kurang maksimal...
lagipula, itu ada 30 anak di mushola, TPQ
yang perlu perhatianku...
semoga aku tetap bisa bersyukur...
sembari tetap berharap, jundi itu akan hadir dalam hari-hari kami...
menjadi cucu kedua ibu bapakku, dan cucu ke 4 bapak ibu mertua
amin...
Rabu, 03 November 2010
Ratapan "perantau"
Sebenarnya nggak ingin terus-menerus menyesali semuanya
Sejak menjadi warga di kota baru, banyak momen keluarga PO yang terlewatkan
tiga kali Grebeg Suro, 3 kali Tahun Baru, wisuda adik tersayang (Fillah), selapanan Hana Cantik,
dan yang baru saja Piton-piton Hana.
Hufft...!! Sedih....
Apalagi kalau dengar kabar orangtua sakit, gak bisa langsung nyambangi,
harus nunda dulu, pertimbangkan kesibukanku, kesibukan suami, sangu, keluarga mertua dan sebagainya
Ya Allah...
sering terbersit dalam hati, kalau aku mati, aku ingin dikuburkan di tanah kelahiranku
juga berharap, aku bisa menunggu orangtua di hari-hari tuanya, tidak jauh seperti ini
Suamiku,
bukan berarti aku tidak suka tinggal di kota kelahiranmu
kota di mana banyak asa kita bangun
aku hanya realistis saja
bahwa aku masih dan tetap seorang anak yang ingin dekat dengan orangtua, keluarga
Tak ada yang mustahil bagi Allah
jika IA berkehendak, pasti dengan mudahnya ia berkata "KUN" maka akan terjadi juga
bisa jadi kita semua bisa menjadi dekat secara fisik...
Amin...
Sejak menjadi warga di kota baru, banyak momen keluarga PO yang terlewatkan
tiga kali Grebeg Suro, 3 kali Tahun Baru, wisuda adik tersayang (Fillah), selapanan Hana Cantik,
dan yang baru saja Piton-piton Hana.
Hufft...!! Sedih....
Apalagi kalau dengar kabar orangtua sakit, gak bisa langsung nyambangi,
harus nunda dulu, pertimbangkan kesibukanku, kesibukan suami, sangu, keluarga mertua dan sebagainya
Ya Allah...
sering terbersit dalam hati, kalau aku mati, aku ingin dikuburkan di tanah kelahiranku
juga berharap, aku bisa menunggu orangtua di hari-hari tuanya, tidak jauh seperti ini
Suamiku,
bukan berarti aku tidak suka tinggal di kota kelahiranmu
kota di mana banyak asa kita bangun
aku hanya realistis saja
bahwa aku masih dan tetap seorang anak yang ingin dekat dengan orangtua, keluarga
Tak ada yang mustahil bagi Allah
jika IA berkehendak, pasti dengan mudahnya ia berkata "KUN" maka akan terjadi juga
bisa jadi kita semua bisa menjadi dekat secara fisik...
Amin...
Selasa, 02 November 2010
Lima Bentuk Syukur Ni'mat
Masih ada sebagian dari kita yang sekedar mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan sebuah karunia atau ni'mat dari Allah. Bahkan ada yang hanya teriak, HOREEE....!! Yes....!! dan sebagainya.
Semoga catatan ini bisa menambah wawasan kita, sehingga syukur kita bisa direalisasikan dalam banyak hal.
Lima Bentuk Syukur Ni'mat;
1. Yakin bahwa semua ni'mat hanya milik Allah
Ibaratnya; ilmu tukang parkir. Yang terlihat adalah, dia mempunyai banyak mobil. Namun dia sadar,
bahwa mobil-mobil dan motor itu hanya TITIPAN. Maka, tidak pantas untuk sombong. Begitupun
manusia, betapa banyak yang kita punya di dunia ini, kita harus sadar dan yakin bahwa itu hanya
TITIPAN dari Allah, dan DIA sewaktu-waktu bisa saja memintanya kembali sebagaimana si empunya
mobil meminta mobilnya dari tukang parkir itu.
2. Memuji Allah dalam segala situasi
Memuji Allah, bisa dengan ungkapan TAHMID/Alhamdulillah, ataupun kalimat lain dengan bahasa
apapun yang intinya mengungkapkan syukur kepadaNYA..
3. Berterima kasih kepada orang yang menjadi PERANTARA ni'mat tersebut
Misalnya, kita mendapat hadiah sebuah rumah tinggal dari pimpinan perusahaan tempat kita bekerja, maka
sudah selayaknya kita bersyukur, yakni dengan mengucapkan TERIMA KASIH kepada pimpinan kita.
Misalnya lagi, ketika kita di jalan raya, mau menyebrang jalan yang ramai dan kita dibantu oleh seseorang,
maka kita harus berterima kasih kepadanya, meskipun orang tersebut tidak mengharap apa-apa.
4. Setiap ni'mat itu menjadi jalan untuk lebih mendekat kepada Allah
Apapun yang kita dapat, entah berupa barang, uang ataupun kemudahan-kemudahan, selayaknya
kita pakai untuk hal-hal yang bermanfaat di jalan Allah. Misalnya, kita mendapat hadiah sepeda motor dari
BANK SYARI'AH tempat kita menabung, maka sepeda motor tersebut bisa kita pakai untuk berangkat
mengajar, mencari nafkah, berdakwah dan sebagainya.
5. Ceritakan ni'mat yang didapat, agar orang lain lebih mau mendekatkan diri juga kepada Allah
(bukan untuk pamer/riya')
Dengan kita menceritakan ni'mat yang kita dapat kepada orang lain, kita berharap orang tersebut bisa
terpacu untuk berusaha seperti yang kita lakukan. Cara mengungkapkan syukur itupun harus memilih nada
dan intonasi yang baik, supaya tidak ada kesan pamer karena pamer/riya' bisa menggerogoti pahala amal.
Sejauh ini yang bisa saya bagi, semoga menjadi pemacu bagi diri saya pribadi (supaya tidak tergolong "KABURO MAQTAN 'INDALLAHI AN-TAQUULU MAA LAA TA'MALUN"
"Syukur merupakan gambaran dari pribadi yang selalu mengharap keadaan yang lebih baik"
Semoga catatan ini bisa menambah wawasan kita, sehingga syukur kita bisa direalisasikan dalam banyak hal.
Lima Bentuk Syukur Ni'mat;
1. Yakin bahwa semua ni'mat hanya milik Allah
Ibaratnya; ilmu tukang parkir. Yang terlihat adalah, dia mempunyai banyak mobil. Namun dia sadar,
bahwa mobil-mobil dan motor itu hanya TITIPAN. Maka, tidak pantas untuk sombong. Begitupun
manusia, betapa banyak yang kita punya di dunia ini, kita harus sadar dan yakin bahwa itu hanya
TITIPAN dari Allah, dan DIA sewaktu-waktu bisa saja memintanya kembali sebagaimana si empunya
mobil meminta mobilnya dari tukang parkir itu.
2. Memuji Allah dalam segala situasi
Memuji Allah, bisa dengan ungkapan TAHMID/Alhamdulillah, ataupun kalimat lain dengan bahasa
apapun yang intinya mengungkapkan syukur kepadaNYA..
3. Berterima kasih kepada orang yang menjadi PERANTARA ni'mat tersebut
Misalnya, kita mendapat hadiah sebuah rumah tinggal dari pimpinan perusahaan tempat kita bekerja, maka
sudah selayaknya kita bersyukur, yakni dengan mengucapkan TERIMA KASIH kepada pimpinan kita.
Misalnya lagi, ketika kita di jalan raya, mau menyebrang jalan yang ramai dan kita dibantu oleh seseorang,
maka kita harus berterima kasih kepadanya, meskipun orang tersebut tidak mengharap apa-apa.
4. Setiap ni'mat itu menjadi jalan untuk lebih mendekat kepada Allah
Apapun yang kita dapat, entah berupa barang, uang ataupun kemudahan-kemudahan, selayaknya
kita pakai untuk hal-hal yang bermanfaat di jalan Allah. Misalnya, kita mendapat hadiah sepeda motor dari
BANK SYARI'AH tempat kita menabung, maka sepeda motor tersebut bisa kita pakai untuk berangkat
mengajar, mencari nafkah, berdakwah dan sebagainya.
5. Ceritakan ni'mat yang didapat, agar orang lain lebih mau mendekatkan diri juga kepada Allah
(bukan untuk pamer/riya')
Dengan kita menceritakan ni'mat yang kita dapat kepada orang lain, kita berharap orang tersebut bisa
terpacu untuk berusaha seperti yang kita lakukan. Cara mengungkapkan syukur itupun harus memilih nada
dan intonasi yang baik, supaya tidak ada kesan pamer karena pamer/riya' bisa menggerogoti pahala amal.
Sejauh ini yang bisa saya bagi, semoga menjadi pemacu bagi diri saya pribadi (supaya tidak tergolong "KABURO MAQTAN 'INDALLAHI AN-TAQUULU MAA LAA TA'MALUN"
"Syukur merupakan gambaran dari pribadi yang selalu mengharap keadaan yang lebih baik"
Minggu, 31 Oktober 2010
Empat Jenis Manusia
Empat Jenis Manusia diukur dari kualitas pembicaraannya
1. Berkualitas Tinggi
- Orang yang berkualitas tinggi, adalah orang yang pembicaraannya syarat hikmah, ide, solusi
dan sebagainya.
- Apa yang keluar dari lisannya selalu bermanfaat untuk dirinya dan orang lain
2. Orang yang biasa-biasa saja
- misalnya sibuk menceritakan peristiwa secara berlebih-lebihan
- tidak ada hikmah dari yang dibicarakan
3. Orang rendahan
- isi pembicaraan hanya mengeluh, mencela dan lain sebagainya
- tidak bisa membedakan nikmat dan musibah
4. Orang yang dangkal
- selalu menyebut kehebatan/kelebihan diri
- mengekspos diri, jasa, kebaikan dan prestasi
"Boleh produktif bicara, asal proporsional"
(from Aa' Gym)
Ingat pepatah jawa:
"Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana"
1. Berkualitas Tinggi
- Orang yang berkualitas tinggi, adalah orang yang pembicaraannya syarat hikmah, ide, solusi
dan sebagainya.
- Apa yang keluar dari lisannya selalu bermanfaat untuk dirinya dan orang lain
2. Orang yang biasa-biasa saja
- misalnya sibuk menceritakan peristiwa secara berlebih-lebihan
- tidak ada hikmah dari yang dibicarakan
3. Orang rendahan
- isi pembicaraan hanya mengeluh, mencela dan lain sebagainya
- tidak bisa membedakan nikmat dan musibah
4. Orang yang dangkal
- selalu menyebut kehebatan/kelebihan diri
- mengekspos diri, jasa, kebaikan dan prestasi
"Boleh produktif bicara, asal proporsional"
(from Aa' Gym)
Ingat pepatah jawa:
"Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana"
Jika (catatan agenda 30 April 2004)
JIKA
"Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
sedangkan ketegaran akan indah dikenang hati"
"Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa tidak dinikmati saja,
sedangkan ratap tangis tak 'kan mengubah apa-apa"
"Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti dibiarkan mencuri jiwa,
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama"
"Jikalah benci dan marah menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa,
sedangkan menahan diri adalah lebih berpahala"
"Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
sedangkan taubat itu adalah lebih utama"
"Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti membusung dada,
sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia"
"Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siakan belaka,
sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta"
Subhanallah....
Entah dulu dapat dari mana kata-kata mutiara ini
Bagi beliau yang membuatnya, terima kasih banyak atas inspirasinya
Semoga aku bisa mengambil hikmah dari kata-kata di atas
Mohon maaf, saya mempublikasikannya tanpa ijin, karena tidak tahu harus ijin ke siapa
Bjn, 01 Nopember 2010
07.45 WIB
"Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
sedangkan ketegaran akan indah dikenang hati"
"Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa tidak dinikmati saja,
sedangkan ratap tangis tak 'kan mengubah apa-apa"
"Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti dibiarkan mencuri jiwa,
sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama"
"Jikalah benci dan marah menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa,
sedangkan menahan diri adalah lebih berpahala"
"Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
sedangkan taubat itu adalah lebih utama"
"Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti membusung dada,
sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia"
"Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siakan belaka,
sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta"
Subhanallah....
Entah dulu dapat dari mana kata-kata mutiara ini
Bagi beliau yang membuatnya, terima kasih banyak atas inspirasinya
Semoga aku bisa mengambil hikmah dari kata-kata di atas
Mohon maaf, saya mempublikasikannya tanpa ijin, karena tidak tahu harus ijin ke siapa
Bjn, 01 Nopember 2010
07.45 WIB
Rabu, 27 Oktober 2010
Pernikahan...
Bismillahirrahmanirrahim....
Dalam QS. Arrum ayat 21 secara tersurat dikemukakan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menghadirkan sebuah ketentraman diantara seorang laki-laki dan perempuan, menuju keadaan yang sakinah penuh mawaddah dan rahmah.
Menurut saya pribadi, berdasarkan pengalaman membaca literatur dan "membaca" lewat alam, lingkungan dan sebagainya, bahwa menikah itu seharusnyalah menambah semangat perbaikan diri dalam ketaatan kepada Sang Khaliq.
Memang, belum lama saya mengarungi bahtera pernikahan. Namun, sampai detik ini seringkali saya sedih, melihat saudara, teman, kerabat yang "belum" mendapat pencerahan dalam hidupnya pasca menikah.
Ibadah wajib yang semula kurang teratur dan rutin, ternyata tetap saja seperti itu...
Lisan ini belum mampu untuk menegurnya... Demi menjaga perasaan dan hubungan persaudaraan..
Hanya dengan hati saya bisa mendo'akannya...
Ya Robb, ampunilah hamba..
Bimbing hamba menjadi lebih baik, menjadi istri seperti tuntunanMU dan seperti teladan sahabat2 RasulMU.
Amin...
Dalam QS. Arrum ayat 21 secara tersurat dikemukakan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menghadirkan sebuah ketentraman diantara seorang laki-laki dan perempuan, menuju keadaan yang sakinah penuh mawaddah dan rahmah.
Menurut saya pribadi, berdasarkan pengalaman membaca literatur dan "membaca" lewat alam, lingkungan dan sebagainya, bahwa menikah itu seharusnyalah menambah semangat perbaikan diri dalam ketaatan kepada Sang Khaliq.
Memang, belum lama saya mengarungi bahtera pernikahan. Namun, sampai detik ini seringkali saya sedih, melihat saudara, teman, kerabat yang "belum" mendapat pencerahan dalam hidupnya pasca menikah.
Ibadah wajib yang semula kurang teratur dan rutin, ternyata tetap saja seperti itu...
Lisan ini belum mampu untuk menegurnya... Demi menjaga perasaan dan hubungan persaudaraan..
Hanya dengan hati saya bisa mendo'akannya...
Ya Robb, ampunilah hamba..
Bimbing hamba menjadi lebih baik, menjadi istri seperti tuntunanMU dan seperti teladan sahabat2 RasulMU.
Amin...
Langganan:
Komentar (Atom)