Entri Populer

Rabu, 24 November 2010

Life is a Journey. So prepare for the end...

Semestinya tak terlalu awal
Remang itu mengubur temaram
sedang arakan mega belum selesai
mengecup merah senja
dan keletihan ombak seharian

masih tak jemu mengadu biru lautan
pada bening paintai
Di atas lelah sajadah
ku mendesah dalam nafas tasbih
sebentar lagi kabut menelan adzan

Terkurung senyap, sunyi malammu
ku hampar sajadah
dengan selembar cahaya
ketika derai isak kian merasuk
ke hening ruku' dan sujud tahajjudku
tapi selalu saja
sepi jiwaku menyimpan gerhana

Betapa aku belum bisa mengecap syahdu dan manisnya malam
Yang dihabiskan dengan bercengkrama denganMu, bercakap denganMu
sebagaimana para kekasihMu merasakannya...
Ya Robb, berilah hamba kemudahan untuk membuka mata 
di setiap sepertiga malamMu... 
Untuk bermunajat kepadaMu...


-hamba-

Jumat, 19 November 2010

Ketika Emosi Merajai Hati

manusia diberi kelebihan berupa Akal, dibanding makhluk lainnya
tapi tak jarang, sebagian dari kita kehilangan akal
bukan karena mabuk minuman keras
bukan karena narkoba
tapi karena emosi dan nafsu yang menjadi raja dalam hati kita
lisan yang seharusnya terjaga dari berkata kotor
masih saja melahirkan cacian, bentakan, hinaan kepada sesama

aku sedih,
ketika menyelami betapa meruginya dirimu wahai tetanggaku
yang tiap hari lisanmu mengeluarkan kata kotor
kata kesombongan, riya', dan pamrih
yang bisa menggerogoti pahala amalmu

setelah berbuat kebaikan, sebenarnya tak perlu kau ungkit2
tak perlu kau ceritakan kepada orang-orang
bahwa dirimu yang paling berjasa kepada si A, si B
paling perhatian kepada mbah A, mbah B
cukuplah Malaikat-Nya yang mencatat
jangan khawatir, Allah tidak tidur...

Semoga, emosi dan lisan yang "ember" itu tidak lagi menjadi raja-mu
kalahkanlah... supaya amalmu  tetap menjadi bekalmu
untuk bertemu dengan tuhan-mu...

Jumat, 05 November 2010

Penantian...

Tiga tahun lebih sekian bulan aku menanti hadirnya buah hati
pasang surut gejolak hati selalu aku rasakan

terkadang, aku berusaha tegar dan yakin,,, bahwa ia akan datang pada saat yang tepat
namun tak jarang, muncul rasa sedih, khawatir, akankah Allah menitipkannya kepadaku?

seringkali aku merasa kesepian, hampa tanpa suara anak kecil
sepulang kerja, capeeekk... sepi.... suami ngajar... (selalu tlisipan jam)
untung saja di rumah ada ponakan kecil AZKA, yang masih 5 bulan
dialah yang menjadi pengobat capekku...

kapan.... ya...
ah, aku tidak boleh su'udhon kepada Allah
kata suami, husnudhon saja, bahwa Allah akan memberi
masih banyak ni'mat lain yang patut disyukuri..
mungkin do'aku kurang khusyu', usahaku kurang maksimal...

lagipula, itu ada 30 anak di mushola, TPQ
yang perlu perhatianku...
semoga aku tetap bisa bersyukur...
sembari tetap berharap, jundi itu akan hadir dalam hari-hari kami...
menjadi cucu kedua ibu bapakku, dan cucu ke 4 bapak ibu mertua
amin...

Rabu, 03 November 2010

Ratapan "perantau"

Sebenarnya nggak ingin terus-menerus menyesali semuanya
Sejak menjadi warga di kota baru, banyak momen keluarga PO yang terlewatkan
tiga kali Grebeg Suro, 3 kali Tahun Baru, wisuda adik tersayang (Fillah), selapanan Hana Cantik,
dan yang baru saja Piton-piton Hana.
Hufft...!! Sedih....
Apalagi kalau dengar kabar orangtua sakit, gak bisa langsung nyambangi,
harus nunda dulu, pertimbangkan kesibukanku, kesibukan suami, sangu, keluarga mertua dan sebagainya

Ya Allah...
sering terbersit dalam hati, kalau aku mati, aku ingin dikuburkan di tanah kelahiranku
juga berharap, aku bisa menunggu orangtua di hari-hari tuanya, tidak jauh seperti ini

Suamiku,
bukan berarti aku tidak suka tinggal di kota kelahiranmu
kota di mana banyak asa kita bangun
aku hanya realistis saja
bahwa aku masih dan tetap seorang anak yang ingin dekat dengan orangtua, keluarga

Tak ada yang mustahil bagi Allah
jika IA berkehendak, pasti dengan mudahnya ia berkata "KUN" maka akan terjadi juga
bisa jadi kita semua bisa menjadi dekat secara fisik...
Amin...

Selasa, 02 November 2010

Lima Bentuk Syukur Ni'mat

Masih ada sebagian dari kita yang sekedar mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan sebuah karunia atau ni'mat dari Allah. Bahkan ada yang hanya teriak, HOREEE....!! Yes....!! dan sebagainya.
Semoga catatan ini bisa menambah wawasan kita, sehingga syukur kita bisa direalisasikan dalam banyak hal.
 Lima Bentuk Syukur Ni'mat;
1. Yakin bahwa semua ni'mat hanya milik Allah
    Ibaratnya; ilmu tukang parkir. Yang terlihat adalah, dia mempunyai banyak mobil. Namun dia sadar,
    bahwa mobil-mobil dan motor itu hanya TITIPAN. Maka, tidak pantas untuk sombong. Begitupun
    manusia, betapa banyak yang kita punya di dunia ini, kita harus sadar dan yakin bahwa itu hanya
   TITIPAN dari Allah, dan DIA sewaktu-waktu bisa saja memintanya kembali sebagaimana si empunya
   mobil meminta mobilnya dari tukang parkir itu.
2. Memuji Allah dalam segala situasi
    Memuji Allah, bisa dengan ungkapan TAHMID/Alhamdulillah, ataupun kalimat lain dengan bahasa
   apapun yang intinya mengungkapkan syukur kepadaNYA..
3. Berterima kasih kepada orang yang menjadi PERANTARA ni'mat tersebut
    Misalnya, kita mendapat hadiah sebuah rumah tinggal dari pimpinan perusahaan tempat kita bekerja, maka
    sudah selayaknya kita bersyukur, yakni dengan mengucapkan TERIMA KASIH kepada pimpinan kita.
    Misalnya lagi, ketika kita di jalan raya, mau menyebrang jalan yang ramai dan kita dibantu oleh seseorang,
    maka kita harus berterima kasih kepadanya, meskipun orang tersebut tidak mengharap apa-apa.
4. Setiap ni'mat itu menjadi jalan untuk lebih mendekat kepada Allah
    Apapun yang kita dapat, entah berupa barang, uang ataupun kemudahan-kemudahan, selayaknya
    kita pakai untuk hal-hal yang bermanfaat di jalan Allah. Misalnya, kita mendapat hadiah sepeda motor dari
    BANK SYARI'AH tempat kita menabung, maka sepeda motor tersebut bisa kita pakai untuk berangkat
    mengajar, mencari nafkah, berdakwah dan sebagainya.
5. Ceritakan ni'mat yang didapat, agar orang lain lebih mau mendekatkan diri juga kepada Allah
    (bukan untuk pamer/riya')
    Dengan kita menceritakan ni'mat yang kita dapat kepada orang lain, kita berharap orang tersebut bisa
    terpacu untuk berusaha seperti yang kita lakukan. Cara mengungkapkan syukur itupun harus memilih nada
   dan intonasi yang baik, supaya tidak ada kesan pamer karena pamer/riya' bisa menggerogoti pahala amal.

Sejauh ini yang bisa saya bagi, semoga menjadi pemacu bagi diri saya pribadi (supaya tidak tergolong "KABURO MAQTAN 'INDALLAHI AN-TAQUULU MAA LAA TA'MALUN"

"Syukur merupakan gambaran dari pribadi yang selalu mengharap keadaan yang lebih baik"