Masih ada sebagian dari kita yang sekedar mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan sebuah karunia atau ni'mat dari Allah. Bahkan ada yang hanya teriak, HOREEE....!! Yes....!! dan sebagainya.
Semoga catatan ini bisa menambah wawasan kita, sehingga syukur kita bisa direalisasikan dalam banyak hal.
Lima Bentuk Syukur Ni'mat;
1. Yakin bahwa semua ni'mat hanya milik Allah
Ibaratnya; ilmu tukang parkir. Yang terlihat adalah, dia mempunyai banyak mobil. Namun dia sadar,
bahwa mobil-mobil dan motor itu hanya TITIPAN. Maka, tidak pantas untuk sombong. Begitupun
manusia, betapa banyak yang kita punya di dunia ini, kita harus sadar dan yakin bahwa itu hanya
TITIPAN dari Allah, dan DIA sewaktu-waktu bisa saja memintanya kembali sebagaimana si empunya
mobil meminta mobilnya dari tukang parkir itu.
2. Memuji Allah dalam segala situasi
Memuji Allah, bisa dengan ungkapan TAHMID/Alhamdulillah, ataupun kalimat lain dengan bahasa
apapun yang intinya mengungkapkan syukur kepadaNYA..
3. Berterima kasih kepada orang yang menjadi PERANTARA ni'mat tersebut
Misalnya, kita mendapat hadiah sebuah rumah tinggal dari pimpinan perusahaan tempat kita bekerja, maka
sudah selayaknya kita bersyukur, yakni dengan mengucapkan TERIMA KASIH kepada pimpinan kita.
Misalnya lagi, ketika kita di jalan raya, mau menyebrang jalan yang ramai dan kita dibantu oleh seseorang,
maka kita harus berterima kasih kepadanya, meskipun orang tersebut tidak mengharap apa-apa.
4. Setiap ni'mat itu menjadi jalan untuk lebih mendekat kepada Allah
Apapun yang kita dapat, entah berupa barang, uang ataupun kemudahan-kemudahan, selayaknya
kita pakai untuk hal-hal yang bermanfaat di jalan Allah. Misalnya, kita mendapat hadiah sepeda motor dari
BANK SYARI'AH tempat kita menabung, maka sepeda motor tersebut bisa kita pakai untuk berangkat
mengajar, mencari nafkah, berdakwah dan sebagainya.
5. Ceritakan ni'mat yang didapat, agar orang lain lebih mau mendekatkan diri juga kepada Allah
(bukan untuk pamer/riya')
Dengan kita menceritakan ni'mat yang kita dapat kepada orang lain, kita berharap orang tersebut bisa
terpacu untuk berusaha seperti yang kita lakukan. Cara mengungkapkan syukur itupun harus memilih nada
dan intonasi yang baik, supaya tidak ada kesan pamer karena pamer/riya' bisa menggerogoti pahala amal.
Sejauh ini yang bisa saya bagi, semoga menjadi pemacu bagi diri saya pribadi (supaya tidak tergolong "KABURO MAQTAN 'INDALLAHI AN-TAQUULU MAA LAA TA'MALUN"
"Syukur merupakan gambaran dari pribadi yang selalu mengharap keadaan yang lebih baik"
Entri Populer
-
Masih ada sebagian dari kita yang sekedar mengucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan sebuah karunia atau ni'mat dari Allah. Bahkan ada...
-
JIKA "Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, sedangkan ketegaran akan in...
-
Sebenarnya nggak ingin terus-menerus menyesali semuanya Sejak menjadi warga di kota baru, banyak momen keluarga PO yang terlewatkan tiga k...
-
Bismillahirrahmanirrahim.... Dalam QS. Arrum ayat 21 secara tersurat dikemukakan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menghadirkan sebuah ...
-
Tiga tahun lebih sekian bulan aku menanti hadirnya buah hati pasang surut gejolak hati selalu aku rasakan terkadang, aku berusaha tegar d...
-
Empat Jenis Manusia diukur dari kualitas pembicaraannya 1. Berkualitas Tinggi - Orang yang berkualitas tinggi, adalah orang yang pemb...
-
Semestinya tak terlalu awal Remang itu mengubur temaram sedang arakan mega belum selesai mengecup merah senja dan keletihan ombak sehari...
monggo pinarak di weblog www.fesbuuk.co.cc
BalasHapus